Setelah Diberhentikan Dari Jabatan, Oknum Kapolsek Yang Terlibat Pencurian BBM Hari Ini Ditahan JPU

Setelah Diberhentikan Dari Jabatan, Oknum Kapolsek Yang Terlibat Pencurian BBM Hari Ini Ditahan JPU
Foto : Ilustrasi

TANAH DATAR – Kasus pencurian Bahan Bakar Minyak (BBM) operasional Polres Tanah Datar yang diduga melibatkan Iptu A mantan Kapolsek Lima Kaum, Polres Tanah Datar memasuki babak baru.

Setelah minggu lalu berkas perkara dinyatakan lengkap (P21), hari ini pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Tanah Datar menerima limpahan tersangka dan barang bukti dari penyidik Polres Tanah Datar, serta langsung melakukan penahanan terhadap tersangka Iptu A.

Kepala Seksi Tindak Pidana Umum (Kasi Pidum) Kejaksaan Negeri Tanah Datar Halidimanjaya, SH MH menyampaikan pihaknya melakukan penahanan karena pertimbangan suyektif, yakni guna mencegah tersangka untuk tidak melarikan diri, menghilangkan barang bukti, serta mengulangi perbuatan.

“Tersangka ditahan 20 hari kedepan oleh JPU, untuk sementara kita titipkan dulu di sel Mapolres Tanah Datar, nanti setelah kita limpahkan ke pengadilan tersangka kita pindah ke Rutan Kelas II B Batusangkar”, kata Halidimanjaya kepada indonesiasatu.id, Rabu (11/11) malam.

Halidimanjaya, menambahkan tersangka Iptu A didakwa dengan dakwaan pencurian dengan pemberatan dengan ancaman hukuman maksimal lima tahun kurungan penjara.

 “Pelimpahan kasus ini ke Pengadilan Negeri (PN) Batusangkar  akan segara dilakukan JPU dengan dakwaan Pasal 363 ayat 1 ke 4 KUHP subsider 362 KUHP Jo. 56 KUHP”, tambahnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, kasus pencurian BBM sebanyak 3 ribu liter yang melibatkan tersangka Iptu A bermula pada pertengahan tahun 2019 lalu saat itu tersangka menjabat Kasubag Sarpras Polres Tanah Datar, saat itu tersangka Iptu A menangkap tangan tersangka U saat sedang melakukan pencurian BBM, namun Iptu A bukannya memproses atau melaporkan perbuatan yang dilakukan U, tersangka Iptu A justru malah meminta bagian dari kejahatan itu. (JH)