Sekretaris DPC Gerindra Kabupaten Pasaman di Polisikan

Sekretaris DPC Gerindra Kabupaten Pasaman di Polisikan

PASAMAN - Polres Pasaman, Polda Sumbar menerima laporan tentang dugaan tindak pidana pemalsuan tanda tangan. Nomor : LP/93/X/2020/SPKT Res-Psm, di ruang SPKT Polres Pasaman, Senin (12/10/2020).

"Benar, Daswar Bendahara Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Gerindra Kabupaten Pasaman, melaporkan Sekretaris DPC Gerindra, Edzul Beny, ST ke Polres Pasaman. Persoalannya, Edzul Beny diduga telah memalsukan tanda tangan bendahara didalam spesimen pencairan dana partai," kata Kapolres Pasaman AKBP Dedi Nur Andriansyah melalui Kasat Reskrim, AKP Lazuardi kepada Indonesiasatu.id, Jum'at (16/10/2020).

Kasat Reskrim AKP Lazuardi, mengatakan, kejadiannya diketahui pada, hari Senin tanggal 21 September 2020 pukul 10.00 Wib bertempat di Kantor Kesbangpol Kabupaten Pasaman yang beralamat Jalan A.Yani Nagari Pauah Kecamatan Lubuksikaping Kabupaten Pasaman.

"Dikantor tersebut, Daswar bertanya kepada salah seorang Kasi di Kesbangpol tersebut, apakah dana untuk Parta Gerinda sudah cair atau belum. Kasi di Kesbangpol tersebut menjawab dana parpol Gerindra sudah cair, yang mengurusnya adalah Edzul Beny.," jelas AKP Lazuardi.

Selanjutnya kata dia, Mendapat informasi bahwa dana partai Gerindra sudah cair, selanjutnya korban melihat Dokumen Pengajuan Pencairan Dana Partai tersebut. 

"Korban terkejut, didalam Dokumenn tersebut, ia melihat bahwa tanda tangannya selaku Bendahara Partai telah dipalsukan untuk pencairan Dana Partai tersebut," ujar Kasat Reskrim. 

Tidak hanya sampai disitu, selanjutnya Daswar pun akhirnya juga mendatangi kantor Badan Keuangan Daerah (BKD) Kabupaten Pasaman. 

"Saat berada di badan keuangan itu, Daswar juga melihat satu lembar SP2D tanggal 14 April 2020 untuk pencairan anggaran untuk Partai Gerindra sebesar Rp.120.180.300 kedalam rekening Bank Nagari Cabang Lubuksikaping. Dimana sepengetahuan Daswar, nomor rekening tersebut bukanlah nomor rekening milik partai Gerindra Kabupaten Pasaman," jelasnya.

Atas peristiwa tersebut, kata Lazuardi, korban merasa tidak senang dan akhirmya melaporkan kejadian tersebut ke SPKT Polres Pasaman.

"Saat ini, dugaan kasus pemalsuan tanda tangan ini masih dalam proses lidik," tandasnya.