Satu Priode Kasus Pembunuhan Tidak Terungkap, Keluarga Korban Pertanyakan Kinerja Penyidik Polres Tanah Datar

Satu Priode Kasus Pembunuhan Tidak Terungkap, Keluarga Korban Pertanyakan Kinerja Penyidik Polres Tanah Datar
Foto : Dok. Syahril Chaniago

TANAH DATAR‘Tidak ada kejahatan yang sempurna, pasti meninggalkan jejak’. Ungkapan itu sering diucapkan oleh para petinggi Kepolisian ketika berhasil mengungkap suatu kasus.

Namun, sepertinya ungkapan itu tidak berlaku bagi penyidik dari Jajaran Satuan Reserse dan Kriminal (Reskrim) Polres Tanah Datar, Polda Sumbar. Lima tahun sudah kasus kematian Rita (61) seorang warga Jorong Simabur, Nagari Simabur, Kec Pariangan, Kab Tanah Datar yang ditemukan tewas dirumahnya dengan sejumlah luka dikepala pada tanggal 19-9-2015 lalu, hingga kini polisi masih belum bisa mengungkapnya serta mengisahkan teka teki bahkan spekulasi di tengah masyarakat terutama keluarga korban.

Saat membandingkan dengan kinerja penyidik Polres Padang Panjang yang hanya dalam rentang waktu 5 pekan berhasil mengungkap kasus pembunuhan seorang nenek Dahniar (78) yang terjadi di Jorong Sawah Diujuang, Nagari Batipuah Ateh, Kecamatan Batipuah, Kabupaten Tanah Datar pada pada Jumat (25/9/2020) lalu, Merry Astuti (36) Putri sulung Rita mengatakan “Mungkin ada celah dan titik terangnya (kasus Nenek Dahniar sehingga polisi cepat mengungkapnya), kalau (kasus) mama saya (korban Rita) kata kanitnya buntu”, ujar Merry ketika dihubungi melalui selulernya, Selasa (03/11).

Bukan hanya kasus Rita, selian itu menurut catatan beberapa  jurnalis Tanah Datar masih ada kasus pembunuhan lain yang belum terungkap sampai saat ini, diantaranya kasus terbunuhnya Firman (39) seorang pedagang buah, warga Gurun, Sungai Tarab, Tanah Datar, ditemukan tewas pada hari Jum’at (14/8/2016), dan Jusnimar (44) seorang pedagang buah, warga Jorong Cubadak Nagari Cubadak, Kec Lima Kaum Kab Tanah Datar, ditemukan tewas pada Rabu (4/1/2017) di tempat pembuangan sampah Bukit Gombak.

Sederet kasus pembunuhan itu menjadi indikasi bahwa kinerja polisi sangat dipertanyakan. Dari semua tunggakan kasus pembunuhan tersebut, Kerja polisi dari Resor Tanah Datar belum menunjukkan progres yang berarti dalam mengungkap motif dan pelakunya.

Hal itu disampaikan Syahril Caniago (40) paman dari korban pembunuhan atas nama Jusnimar. Menurut Syahril kinerja polisi dalam menangani kasus terbunuhnya kemenakannya dan beberapa kasus pembunuhan lain sangat tidak maksimal, bahkan buruk.

“Sudah lebih 3 tahun kasus terbunuhnya kemenakan saya, tidak ada upaya penyidik yang maksimal saya lihat, bahkan SP2HP (Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyelidikan) baru sekali saya terima, itupun setelah satu tahun lebih dan karena diberitakan oleh media”, Guman Syahril dengan nada kecewa ketika dihubungi melalui sambungan telpon, Selasa (03/11) sore.

Syahril menambahkan, kasus ini terkesan dibiarkan tanpa adanya kejelasan, padahal pihaknya menunggu kerja nyata polisi. Menurutnya ada petunjuk yang bisa digali oleh polisi untuk dikembangkan supaya pelaku dan motif pembunuhan kemenakannya bisa terungkap.

“Kalau polisi benar-benar bekerja dia (polisi) bisa kembangkan keterangan tukang ojek yang menghantar kemenakan saya sebelum kemenakan saya ditemukan tewas, apa karena saya ini orang kecil yang gak punya kekuatan finansial sehingga didiamkan begitu” imbuhnya.

Pihaknya mendesak Polres Tanah Datar dan Polda Sumbar untuk tidak membiarkan kasus yang menimpa keluarganya itu berlarut-larut begitu saja.

Syaril mengungkapkan, publik menunggu kinerja polisi dan perkembangan pengusutannya.

“Ini akan menjadi catatan publik atas kerja kepolisian apakah bisa mengungkap motif dan pelakunya atau tidak,”pungkasnya.

Terpisah, Kabid Humas Polda Sumatera Barat Kombes, Pol. Satake Bayu Setianto, S.ik ketika dihubungi indonesiasatu.id pada Selasa (03/11) pagi membantah bahwa kinerja jajarannya dari Polres Tanah Datar kurang baik. Menurut Satake masyarakat jangan mengeneralisir penilaian dari satu aspek, tapi harus melihanya secara komprehensif.

“Berdasarkan hasil evaluasi kita, kinerja penyidik Polres Tanah Datar cukup baik di lihat dari kondisi Kantibmasnya juga aman terkendali. Tidak fair juga hanya meninjau satu aspek (belum bisa mengungkap beberapa kasus pembunuhan) kita mengeneralisir kinerjanya buruk”, sanggahnya.

Meski begitu, Satake juga mengakui bahwa dirinya belum meninjau sejauh mana penanganan beberapa perkara pembunuhan dimaksud, sehingga dirinya belum bisa menegaskan apa yang menjadi kendala penyidik untuk mengungkap tunggakan kasus pembunuhan yang sudah menaun itu.

“Nanti saya coba koordinasi dulu sama Kapolres-nya, jika ada yang menjadi kendala penyidik kita akan coba atasi supaya semua tunggakan kasus itu bisa diungkap pelaku dan motifnya”, tegasnya sambil mengakhiri komunikasi. (JH)