POP Pas Pasaman Barat Melangkah ke Final Piala Alba Siko Cup

POP Pas Pasaman Barat Melangkah ke Final Piala Alba Siko Cup

PASBAR--Skuat POP Pas Pasaman Barat melangkah ke final Alba Siko Cub usai mengalahkan OLDSTAR kinali 4-2 melalui 35×2 menit.

Skuat Afriansah Azhar Kadis Diaspora Pasbar harus bersusah payah menghadapi OLDSTAR kinali di semifinal. Bukan karena PS Kinali bermain impresif, namun lantaran sejumlah masalah yang masih tersisa di Skuat POP Pas.

POP Pas  memang mendominasi permainan.Apriansahashar dan kawan-kawan mampu membuat serangan-serangan lawan macet dari lini tengah.

Skuat poppas bahkan menunjukkan permainan agresif terus menekan pertahanan lawan. Tim arahan bendang bahkan beberapa kali kerepotan mengantisipasi serangan-serangan poppas.

Namun, poppas masih menyisakan sejumlah celah. Salah satunya adalah permainan si biru lagit masih belum konsisten terutama dalam bertahan.

Para pemain poppas kerap hilang konsentrasi menjaga pertahanan. Terbukti lewat dua gol yang berhasil disarangkan kinali hanya dalam interval dua puluh menit.

Gol pertama kinali di lesakkan oleh budiarjo pada menit ke-67 lantaran kesalahan buya Gelandang poppas itu melakukan kesalahan umpan sehingga menguntungkan para penyerang kinali di pertahanan poppas. Budi arjo yang berada pada posisi menguntungkan pun tak menyia-nyiakan peluang menjadi gol .


Dua puluh menit berselang, poppas kembali kebobolan, kali ini melalui gol alek. Gol gelandang serang kinali itu tercipta karena blunder fatal pemain bertahan.


Sebanyak dua gol kinali itu pun memaksa pertandingan berkesudahan 4-2 untuk poppas. Pop pasbaru bisa bangkit dan mencetak dua gol laga pada babak kedua itu melalui ical,riki,dan sitompul.

Kesalahan-kesalahan umpan memang masih saja terjadi di antara para pemain skuat poppas. Situasi itu pun kerap melahirkan situasi berbahaya di lini pertahanan poppas.

Poppas juga masih tidak konsisten dalam penyelesaian akhir. Serangan-serangan yang disusun para pemain poppas juga masih belum efektif.

Skuat poppas bisa saja menang lebih dari empat gol apabila sejumlah peluang berhasil dikonversi gol pada awal-awal babak.

Dengan trio ical, riki , dan edi buya , poppas seharusnya sudah pesta gol ke gawang kinali. Terlebih, kinali juga kerap melakukan salah koordinasi dalam bertahan .

Meski demikian, beberapa kemajuan positif juga mampu diperlihatkan para pemain poppas. Di antaranya adalah permainan agresif dan terus menekan sehingga lawan sulit mengembangkan permainan.

Model permainan macam ini tentu harus dipertahankan pada laga final alba siko Cub 2020. Yg akan berlangsung senin mendatang. Jika cara itu tetap dijalankan dengan konsisten sekaligus meminimalkan sejumlah kekurangan, poppas bisa menyabet juara.

(hsn)