Perjuangan Tim Medis Puskesmas Cubadak Melayani Masyarakat Terpencil

Perjuangan Tim Medis Puskesmas Cubadak Melayani Masyarakat Terpencil

PASAMAN - Tim kesehatan Puskesmas Cubadak melakukan pelayanan luar gedung yang bersifat promotif, preventif, kuratif secara terpadu dan terintegrasi di daerah sulit dan terpencil, Sabtu 24 Oktober 2020.

Puskesmas Cubadak merupakan salah satu dari 16 puskesmas yang ada di Kabupaten Pasaman. Untuk wilayah Puskesmas Cubadak membina 4 Nagari/desa dan diantaranya Jorong Sei Beremas (Sigalabor) Nagari Cubadak Barat dengan status daerah terpencil yang sulit di jangkau pelayanan kesehatan.

Kepala Puskesmas (Kapus) Cubadak, Nelfa Susanti mengatakan Sabtu tanggal 24 Oktober 2020 kami melakukan penyerahan bidan desa dan pelayanan di luar gedung salah satu tujuannya untuk menjangkau seluruh masyarakat yang ada diwilayah kerja Puskesmas Cubadak khususnya memberikan pelayanan di daerah sulit dan terpencil.

"Pelayanan kesehatan yang dilakukan penjaringan kesehatan anak sekolah, pemantauan Kesehatan Ibu hamil, Imunisasi, pelayanan KB, Pemantauan tumbuh kembang balita, pemantauan gizi, pelayanan kesehatan lansia, Posbindu, Kesehatan Jiwa, penyuluhan toga, pembinaan dan pemantauan Kesehatan lingkungan dan pengobatan, dll," ungkap Kapus Cubadak Nelfa Susanti kepada Indonesiasatu.id, Rabu (04/11/2020).

Selanjutnya kata Eva, Tim kesehatan pelayanan terpadu berjumlah 18 orang dengan kolaborasi Walinagari Cubadak Barat, Yuni Yelfi serta perangkatnya.

"Diantara yang langsung turun Bidan Desa, Penanggung Jawab Promosi Kesehatan, Pengelola PTM, Pengelola P2TB, Laboran, Pengelola Kesehatan Lansia, Pengelola Jiwa, Pengelola GIF, dan beberapa staf lainnya," jelasnya.

Untuk menjangkau lokasi yang dituju, kata dia, harus menggunakan kendaraan roda dua dengan jarak tempuh sekitar 25 kilometer lebih kurang 4 jam perjalanan.

"Hujan dalam perjalanan membuat semakin sulit karena licinnya jalan tanah ditambah jalan yang sempit, jurang, sehingga buat tim banyak yang jatuh, dengan melalui jembatan gantung dan beberapa anak sungai,” ungkap Nelfa Susanti.