Masyarakat Tak Percaya Pandemi Wasekjen AMPI Sumbar Jangan Pura-Pura Heran.

Masyarakat Tak Percaya Pandemi Wasekjen AMPI Sumbar Jangan Pura-Pura Heran.

Padang - Menanggapi hasil survei yang dikeluarkan baru-baru ini oleh lembaga riset Spektrum Politika Institute yang menyatakan bahwa 39,9%  masyarakat Sumbar menganggap covid-19 adalah konspirasi negara-negara besar. Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno heran, masyarakat Sumbar ternyata banyak yang tak percaya virus corona. (6/10)

Wasekjen AMPI Sumbar Febriyandi Putra menanggapi penyataan Irwan tersebut. “Pemprov dan seluruh pihak terkait penanganan covid di Sumatera barat harus mengevaluasi diri, bukankah unsur pemuda tidak pernah dilibatkan dalam sosialisasi covid ini, jadi jangan pura-pura heran, lagi pula keheranan tidak akan menghasilkan kebijakan yang baik.”
 
Lebih lanjut Andi juga mengatakan, "kebijakan yang diambil selama ini terkait penanganan covid sangat tidak efektif, lembek, dan syarat dengan pencitraan, kita masih ingat bahwa pak Gubernur pernah mengundang wisatawan untuk berwisata lagi ke Sumbar pasca PSBB dicabut, padahal di luar Sumbar penyebaran virus masih terjadi. Bahkan, calon Kepala Daerah ada juga yang menjadikan pandemi sebagai moment mendulang simpati masyarakat.

"Dan masih banyak lagi persoalan-persoalan yang dihadapi masyarakat yang tidak mampu dijawab oleh Gubernur, dulu masyarakat disuruh di rumah tapi penyaluran bantuan sangat lambat, siswa dan mahasiswa belajar di rumah tapi sejumlah kafe dan tempat hiburan malam tetap dibuka, belum lagi persoalan kredit bank yang terus berjalan. “Pendeknya saya menilai Pemprov Sumbar sejauh ini belum punya solusi yang efektif untuk menangani pandemi di Sumatera Barat”.

Andi menutup dengan pernyataan bahwa ini adalah gembaran dari kegagalan sepuluh tahun mengelola Sumatera Barat sehingga mudah goyah dengan kondisi yang mengharuskan mandiri. Jangan semua tentang wisata, pengajian dan pantun saja, pikirkan juga tentang ekonomi kreatif dan UMKM.