LKKPN Pekanbaru-Yayasan Cahaya Maritim Teken Kemitraan Pengelolaan Kawasan Konservasi TWP Pulau Pieh

LKKPN Pekanbaru-Yayasan Cahaya Maritim Teken Kemitraan Pengelolaan Kawasan Konservasi TWP Pulau Pieh
Kapala Loka KKPN Pekanbaru, Fajar Kurniawan saat melakukan penandatanganan perjanjian kemitraan dengan Yayasan Camar di Dinas Kelautan dan Perikanan Sumbar, Kamis (12/11/2020) kemarin.

PADANG--Loka Kawasan Konservasi Perairan Nasional (LKKPN) Pekanbaru, Riau akhirnya melakukan penandatanganan perjanjian kemitraan kemitraan tentang pengelolaan konservasi berkelanjutan daerah Taman Wisata Perairan (TWP) Pulau Pieh dengan Yayasan Cahaya Maritim (Camar).

Kapala Loka KKPN Pekanbaru, Fajar Kurniawan mengatakan kegiatan pengikatan perjanjian kemitraan ini merupakan kelanjutan dari program konservasi TWP Pulau Pieh yang sudah pernah dirintis melakukan penjajakan dengan Yayasan Camar pada Desember 2019 lalu.


"Program perjanjian kemitraan antara LKKPN Pekanbaru dengan Yayasan Camar ini merupakan pilhan setelah melewari pertimbangan yang matang. Dimana dengan terlaksananya kemitraan ini merupakan dasar awal untuk mengelola kawasan konservasi berkelanjutan di TWP Pulau Pieh dan sekitarnya selama tiga tahun kedepan," kata Kapala Loka KKPN Pekanbaru, Fajar Kurniawan usai melakukan penandatanganan perjajanjian kemitraan dengan Yayasan Camar di Dinas Kelautan dan Perikanan Sumbar, Kamis (12/11/2020) kemarin.


Fajar Kurniawan mengatakan dalam program tersebut melibatkan banyak pihak lain dibawah pengelolaan Yayasan Camar baik Perguruan Tinggi, pemerintah daerah, swasta dan masyarakat.


"Dinas Kelautan dan Perikanan Sumbar, Penyuluh perikanan (Pemda), pakar pengelolaan Penyu dari Universitas Bung Hatta yaitu Bapak Dr. Harfiandri dan pengelolaan kawasan pesisir dari Universitas Bung Hatta bapak Dr Arliyus. Kemudian pihak swasta serta masyarakat lainnya," tambah Fajar Kurniawan.


Untuk program kerjasama kemitraan antara LKKPN Pekanbaru dengan Yayasan Camar nantinya  terkait peningkatan kapasitas dan kesadaran masyarakat dan peningkatan kemampuan sosial dan ekonomi masyarakat dikawasan TWP Pulau Pieh.


Untuk pembiayaan program kemitraan pengelolaan konservasi berkelanjutan TWP Pulau Pieh itu sendiri kata dia bersumber dari APBN maupun pihak ketiga (CRS) sebagaimana yang sudah diatur dalam Permen KP Nomor 21 Tahun 2015.


"Kita berharap nantinya lewat program kemitraan ini dapat mensejahterakan masyarakat sekitar kawasan konservasi TWP Pulau Pieh. Kemudian bisa mengedukasi masyarakat agar bisa memberdayakan Sumber Daya Alam (SDA) secara berkelanjutan. Terakhir masyarakat menjadi mandiri mengelola lingkungannya secara berkelanjutan," katanya.


Sementara dari Yayasan Camar, Yani mengatakan bahwa adapun program kemitraan ini diantaranya peningkatan edukasi konservasi kepada masyarakat pesisir disekitar TWP Pulau Pieh dan Laut disekitarnya di Sumatera Barat.


"Kedua pengembangan mata pencaharian alternatif kepada masyarakat Pesisir di disekitar TWP Pulau Pieh dan Laut disekitarnya di Sumatera Barat," kata Yani.


Yani menekankan fokus program kemitraan yang akan dibangun dengan pihak LKKPN Pekanbaru dibidang advokasi, edukasi dan pengembangan mata pencarian alternatif disekitar KKPN TWP Pulau Pieh maupun laut sekitarnya.


"Lokasi kegiatan nantinya ada di tiga Kabupaten/Kota. Pertama Kota Padang diempat Kecamatan yaitu Kecamatan Koto Tangah, Padang Utara, Padang Barat dan Padang Selatan. Kedua Kota Pariaman yaitu Kecamatan Pariaman Utara, Pariaman Tengah dan Pariaman Selatan. Ketiga Kabupaten Padang Pariaman yaitu Kecamatan Nan Sabaris, Kecamatan Batang Anai, Kecamatan Ulakan dan Tapakis," kata Yani.


Sementara tujuan perjanjian kemitraan ini kata dia untuk melakukan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya konservasi dan pemanfaatan kawasan konservasi.


"Kedua mengembangkan mata pencaharian alternatif dalam rangka pemanfaatan kawasan konservasi," katanya.


Dari program tersebut Yani manargetkan terwujudnya masyarakat pesisir yang berdaya dan mempunyai kesadaran untuk maju serta membangun kawasan dengan partisipasi aktif dengan semua pihak.


"Untuk itu kami sangat membutuhkan support moril dari semua pihak stakeholder terkait agar program ini hendaknya bisa berjalan sebagaimana mestinya. Kemudian tujuan dan target kita bersama tercapai hendaknya selama tiga tahun kedepan," tutupnya.

(***)