HUT Kabupaten Pasaman ke-75, Momen Bangun Kesadaran dan Introspeksi

HUT Kabupaten Pasaman ke-75, Momen  Bangun Kesadaran dan Introspeksi

PASAMAN -- Puncak Peringati hari ulang tahun Kabupaten Pasaman ke-75 Tahun 2020 yang dilaksanakan sidang Paripurna Istimewa ke-24 DPRD yang dipimpin Ketua DPRD Pasaman, Bustomi SE, di Gedung persidangan DPRD Pasaman, Kamis (08/10/2020).

Peringatan HUT Pasaman ke-75 tahun 2020 ini, jauh berbeda dari tahun sebelumnya dengan cara sederhana dan penuh makna, serta mematuhi protokol kesehatan covid-19.

Ketua DPRD Pasaman, Bustomi SE, menyampaikan, atas nama DPRD Kabupaten Pasaman Bustomi menyampaikan secara ringkas, kilas balik berdirinya Kabupaten Pasaman yang kita cintai ini.

"Nama Kabupaten Pasaman dalam sejarahnya diambil dari nama Gunung Pasaman dan nama sungai yaitu Batang Pasaman. "Kata Pasaman berasal dari kata PASAMOAN yang berarti kesepakatan dan atau kesamaan pendapat antar golongan etnis penduduk yang mendiami wilayah Pasaman yaitu Minangkabau, Mandahiling, Jawa dan lain - lain, sehingga muncul keragaman budaya yang bercirikan Pasaman yang heterogen, sebagaimana berlangsung sampai saat ini," ujar Ketua DPRD Pasaman.

Untuk penetapan hari jadi Pasaman, sebagaimana diketahui, bahwa berdasarkan hasil rumusan seminar yang digelar oleh Panitia Penelusuran Hari Jadi Kab. Pasaman pada tanggal 30 Desember 1991 di Lubuksikaping, diketahui bahwa Kab. Pasaman terbentuk pada tanggal 8 Oktober 1945. 

"Kesimpulan ini didasari oleh Surat Keputusan Residen Sumatera Barat Nomor : R.1/I tanggal 8 Oktober 1945 yang menetapkan pembagian wilayah pemerintah berikut kepala pemerintahannya, termasuk Luhak Talu (Pasaman) dengan Kepala Luhak (Bupati) Bapak Abdul Rahman Sutan Larangan," katanya.

Selanjutnya hasil seminar tersebut disampaikan oleh Bupati Pasaman kepada Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kab. Pasaman pada tanggal 3 Februari 1992, dan dengan Surat Keputusan DPRD Kab. Pasaman Nomor : 11/KPTS/DPRD/PAS/1992 tanggal 22 Februari 1992 tentang Persetujuan Dewan terhadap Hari Jadi Kab. Pasaman ditetapkan tanggal 8 Oktober 1945, dilanjutkan Surat Keputusan Bupati Kabupaten Pasaman Nomor 188.45/81/BUPAS/1992 tanggal 26 Pebruari 1992, maka ditetapkanlah hari jadi Kabupaten Pasaman pada tanggal 8 Oktober 1945.

"Pemekaran Wilayah Kab. Pasaman, Sesuai dengan perkembangan dan aspirasi masyarakat serta usulan Pemerintah Daerah tentang Pemekaran Kab. Pasaman, maka Presiden Republik Indonesia pada tanggal 18 Desember 2003 mensyahkan Undang undang Nomor 38 Tahun 2003 tentang Pembentukan Kabupaten Dharmasraya, Kabupaten Solok Selatan, dan Kabupaten Pasaman Barat di Provinsi Sumatera Barat, yang telah ditindaklanjuti dengan pelantikan pejabat Bupati Pasaman Barat pada tanggal 7 Januari 2004 oleh Gubernur Sumatera Barat atas nama Menteri Dalam Negeri RI, maka sejak tanggal 7 Januari 2004 tersebut, resmilah Kab. Pasaman dimekarkan menjadi dua wilayah Kabupaten yakni Kabupaten Pasaman dan Kabupaten Pasaman Barat.

Lebih lanjut Bustomi mengatakan, selama 75 tahun usia Kabupaten Pasaman, banyak sudah pengalaman dan dinamika yang telah kita dilalui. Alhamdulillah, berbagai situasi yang kita hadapi, mampu kita jalani dan dilaksanakan dengan baik. Sejak 75 tahun yang lalu, Kabupaten Pasaman menapaki perjalanan sejarah yang cukup panjang. Kabupaten Pasaman merupakan Kabupaten terluas dari 16 Kabupaten/Kota di Propinsi Sumatera Barat yang ada pada saat itu, yakni dengan luas 7.835,4 Km2 atau sekitar 18,55 % dari luas Propinsi Sumatera Barat yang luasnya 42.229,64 Km2. "Setelah pemekaran, luas Kabupaten Pasaman menjadi 3.947,63 Km2 yang terdiri dari 12 Kecamatan, 37 Nagari, dan 25 Nagari Persiapan," terangnya.

Sebagai kabupaten yang heterogen kata Bustomi, dari sisi sosial budaya, kita patut berbangga dan berbahagia, karena dalam kurun waktu 75 Tahun, kita mampu membangun dan mengembangkan rasa persatuan dan kesatuan yang kuat, sehingga keaneka-ragaman suku, bahasa dan budaya serta adat istiadat yang ada di Kabupaten Pasaman, yang terikat kuat dalam menjaga keutuhan dan persatuan, menjadi sebuah potensi yang dapat didayagunakan secara optimal, sekaligus sebagai modal dasar kita dalam membangun daerah kita.

Sejalan dengan Visi Kabupaten Pasaman, yaitu "Terwujudnya Masyarakat Kabupaten Pasaman yang Sejahtera, Agamis dan Berbudaya ". Melalui Peringatan Hari Ulang Tahun Kabupaten Pasaman ke-75 ini, kami mengajak kita semua, mari kita jadikan moment untuk menggugah kesadaran kita semua, sekaligus untuk berintrospeksi, serta merenung, tentang apa yang telah dan akan kita perbuat untuk Kabupaten Pasaman, dengan menelaah berbagai hambatan dan tantangan yang akan kita hadapi kedepan. 

"Berbagai keberhasilan yang telah kita raih, harus tetap kita pelihara, dengan tekad untuk lebih ditingkatkan lagi pada masa-masa mendatang. Masih banyak yang perlu kita kerjakan dan membutuhkan peran aktif serta tanggung jawab kita semua.

Kami menyadari, bahwa kemajuan pembangunan di Kab. Pasaman bukan karena kerja keras pemerintah saja, melainkan karena dukungan seluruh elemen masyarakat, ini berarti pemerintah dan masyarakat melaksanakan kerjasama yang lebih baik, karena pada hakekatnya pemerintah dan masyarakat merupakan dua komponen yang saling membutuhkan dan harus bersinergi.

"Kemajuan suatu daerah tidak hanya diukur dari aspek penyelenggaraan pemerintahan saja, melainkan juga diukur dari tingkat kemajuan dan kemakmuran masyarakatnya," terang Bustomi.

Dalam kesempatan yang sangat baik ini, kami ingin kembali mengajak kita semua untuk merefleksikan posisi strategis saat ini, sebagai proyeksi terhadap Kabupaten Pasaman yang akan datang. Dari aspek historis Kabupaten Pasaman termasuk salah satu Kabupaten tertua di Propinsi Sumatera Barat, demikian pula halnya letak Kabupaten kita berada pada posisi yang cukup strategis.

Selanjutnya, perkenankan saya menyampaikan rasa terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada seluruh masyarakat Pasaman, yang telah berperan aktif dalam membangun Pasaman, Kepada para sesepuh, para perintis, dan pendahulu kita. 

"Saya menyampaikan penghargaan dan hormat, karena tanpa perjuangan beliau, tentunya Kabupaten Pasaman, tidak akan seperti sekarang ini," katanya.

Kepada para sesepuh dan perintis, yang telah mendahului kita, mari kita do'akan, semoga arwah beliau dengan segala amal bhaktinya diterima oleh Allah SWT.

Penghargaan dan ucapan terima kasih juga kami sampaikan kepada Bupati dan Wakil Bupati Pasaman, Rekan-rekan Forkopimda, Pimpinan dan segenap Anggota Dewan yang terhormat, yang selama ini telah menunjukkan kerjasama yang baik, sehingga kita dapat melaksanakan tugas-tugas pemerintahan di Kabupaten Pasaman ini secara maksimal. 

"Semoga kerjasama yang baik selama ini, dapat senantiasa kita pelihara dan kita tingkatkan dimasa-masa yang akan datang. Saya yakin, dengan niat yang tulus serta dukungan seluruh komponen masyarakat dengan segala kapasitasnya, Insya Allah Kabupaten Pasaman bisa menuju perubahan yang lebih baik," katanya. 

Sementara itu, Bupati Pasaman H. Yusuf Lubis dalam sambutannya menyampaikan, rapat paripurna dalam rangka peringatan HUT Kabupaten Pasaman ke-75 ini merupakan wujud penghargaan dan kepedulian kita untuk kabupaten pasaman yang lebih baik. 

"Peringatan hari jadi kabupaten pasaman tahun 2020 ini adalah terakhir masa kepemimpinan kami Yusuf Lubis - Atos Pratama di daerah ini," katanya. 

Katanya, dimasa kepemimpinan kita bersama Wakil bupati Pasaman, H. Atos Pratama, berbagai capaian telah kita raih dalam membangun kabupaten pasaman.

Kita berharap, visi Pemkab Pasaman yang sudah dituangkan dalam RPJMD periode 2016-2021 dalam mewujudnya masyarakat Kabupaten Pasaman yang sejahtera, agamis dan berbudaya dapat terwujud. 

"Selamat hari jadi Kabupaten pasaman ke-75. Kepada seluruh masyarakat pasaman, mari kita terus berusaha dan berkarya dalam membangun pasaman yang kita cintai ini," harapnya.