5 Orang Jurnalis Tanah Datar Lolos Seleksi Program FJPP

5 Orang Jurnalis Tanah Datar Lolos Seleksi Program FJPP
Foto : Deskripsi

TANAH DATAR – Sebanyak 5 orang jurnalis di Kabupaten Tanah Datar dinyatakan lolos seleksi program Fellowship Jurnalisme Perubahan Perilaku (FJPP) yang diselenggarakan Dewan Pers dengan Satgas Covid-19, Jumat (16/10/2020).

Kepastian tersebut diperoleh dari website ubahlaku.id yang mengumumkan peserta lolos seleksi FJPP gelombang 1 sebanyak 3.517 wartawan dari media cetak, siber, radio maupun televisi secara Nasional. 

Ketua PWI Tanah Datar, Mustafa Akmal dalam keterangan menyampaikan, pihaknya mengaku bersyukur atas lolosnya 5 wartawan Tanah Datar dalam program FJPP Nasional tersebut.

"Sedikitnya ada 5 wartawan Tanah Datar dinyatakan lolos, mereka juga telah mengikuti pembekalan oleh penyelenggara melalui briefing Zoomm Rabu (14/10) kemarin," kata Mustafa.

Menurut Dt Tapa panggilan akrab Mustafa Akmal, sejak dibuka pendaftaran gelombang 1 pada 3-11 Oktober 2020, puluhan jurnalis Tanah Datar, turut antusias ikut terpanggil dari total pendaftar sebanyak 4.963 wartawan se-Indonesia.

"Saat pendaftaran gelombang kedua dibuka mulai 18 Oktober 2020, namun sepertinya kuota Sumatera Barat sudah tercukupi," imbuhnya.

Kelima orang wartawan Tanah Datar itu, yakni :

Joni Hermanto dari media siber indonesiasatu.id

Ericka Yulidra Marta dari media Televisi TVRI

Feri Maulana dari koran Haluan

Wirmas Darwis dari koran mingguan Rakyat Sumbar

Bakhtiar Danau dari koran harian Singgalang

Dari informasi yang dihimpun indonesiasatu.id, program FJPP memiliki 3 kegiatan utama yakni menjadikan jurnalis berperspektif perubahan perilaku masyarakat guna mencegah penularan Covid-19.

Kedua, menekankan dan menciptakan pemberitaan dengan mengikuti kode Etik Jurnalistik yang menitik beratkan pentingnya pendisiplinan masyarakat dalam melaksanakan protokol kesehatan saat pandemi covid -19.

Dan ketiga, melibatkan wartawan sebagai agent of change perilaku melalui peningkatan peran pers sebagai institusi dengan fungsi edukasi publik dalam menghadapi bencana nasional. 

Selain tiga kegiatan utama itu, Jurnalis yang telah mengikuti FJPP juga turut memberikan solusi jangka pendek masalah industri pers nasional berdampak langsung terhadap kesejahteraan wartawan, termasuk di Kabupaten Tanah Datar. (*)